Software Engineer: Kita Perlu Sistem
Para Software Engineer diharapkan untuk mengerjakan pekerjaan dengan super cepat dalam dunia development yang berkembang pesat ini.
Jujur saja, memang jelas kompetisi di luar sana sangat sengit. Kita harus muncul dengan tegap dan gagah. Salah satunya adalah menunjukkan kualitas kerja yang tinggi.
Salah satu cara memproduksi kerjaan yang konsisten adalah dengan membuat sebuah sistem untuk produktifitas yang termasuk di dalamnya mengedepankan tugas dan menghilangkan gangguan walhasil kita bisa fokus pada hal yang sebenarnya harus dikerjakan dan mengerjakannya dengan baik.
Lalu? Ulangi.
Dalam banyak pekerjaan, kita sering terjebak pada satu anggapan: selama orangnya cakap dan niatnya baik, urusan akan beres dengan sendirinya.
Pengalaman justru mengajarkan hal yang berbeda.
Banyak kekacauan lahir bukan karena kurangnya kemampuan, tetapi karena tidak adanya sistem yang jelas.
Ketika sebuah pekerjaan hanya bergantung pada individu, hasilnya akan sangat bergantung pada kondisi orang tersebut. Saat ia sehat, fokus, dan lapang waktunya, semuanya berjalan lancar. Namun ketika ia lelah, tergesa, atau tergantikan, pekerjaan mulai goyah.
Di situlah sistem mengambil peran.
Sistem bukan untuk membatasi manusia, tetapi untuk menjaga amanah tetap berjalan meskipun kondisi tidak ideal. Ia memastikan bahwa pekerjaan tidak berhenti hanya karena satu orang absen, lupa, atau salah langkah.
Dalam pandangan yang lebih luas, sistem juga menjadi bentuk keadilan. Ia melindungi orang yang bersungguh-sungguh agar tidak terus-menerus menutup kekurangan yang tidak pernah dibereskan. Ia mencegah yang rapi kelelahan, dan yang ceroboh terus dibiarkan.
Rasulullah ﷺ mengajarkan keteraturan dalam banyak aspek kehidupan: dari ibadah yang memiliki waktu, rukun, dan tata cara, hingga muamalah yang menuntut kejelasan dan amanah. Semua itu menunjukkan bahwa keteraturan bukan hal asing dalam ajaran Islam.
Bukan berarti semua harus kaku dan tanpa kelonggaran. Sistem yang baik justru memberi ruang bagi manusia untuk berbuat terbaik tanpa harus mengandalkan kepahlawanan setiap saat.
Tanpa sistem, pekerjaan akan bergantung pada ingatan. Bergantung pada niat. Bergantung pada siapa yang paling kuat bertahan. Dan itu bukan cara yang adil.
Maka ketika kita berkata “kita perlu sistem”, yang dimaksud bukan sekadar prosedur atau aturan tertulis. Yang kita perlukan adalah cara kerja yang jelas, bisa dipahami bersama, dan bisa dipertanggungjawabkan.
Karena pada akhirnya, sistem yang baik bukan hanya memudahkan pekerjaan, tetapi juga menjaga manusia di dalamnya.